Mengenali Konflik

Juli 1, 2008 at 4:49 am 2 komentar

Apa sih sebenernya konflik itu???
konflik adalah Situasi yang terjadi ketika ada perbedaan pendapat atau perbedaan cara pandang diantara beberapa pihak, kelompok atau organisasi. Sikap saling mempertahankan diri sekurang-kurangnya diantara dua pihak, yang memiliki tujuan dan pandangan berbeda, dalam upaya mencapai satu tujuan sehingga mereka berada dalam posisi berserangan, bukan bekerjasama. beberapa konflik yang ada adalah perbedaan antara anak dan orang tua, Kita dengan sahabat, tetangga, Saudara, ataupun keluarga, Bisa juga konflik dalam melakukan bisnis, atau banyak nya jenis konflik lainya.

Perbedaan-perbedaan yang saling jumpa dalam kehidupan sosial bisa menimbulkan ketegangan. Sumber-sumber ketegangan sosial antara lain kekayaan, kedudukan, kepentingan, tujuan hidup, anutan politik, agama, jender, generasi, dsb. Perbedaan yang bertemu di satu titik kepentingan akan memunculkan konflik. Konflik bisa terbuka, bisa juga tertutup. Karena setiap individu memunyai identitas berbeda-beda, maka konflik tidak bisa dihapuskan.. Oleh karena itu konflik tidak bisa dihilangkan. Konflik hanya bisa dikelola sumber-sumbernya, atau di minimalisir.

Mengelola perbedaan (atau konflik) adalah kegiatan jiwa. untuk mengetahui caranya tidak sederhana. Kepekaan atas perbedaan dan pengenalan atas diri sendiri dan lingkungan merupakan prasyaratnya. Pengenalan atas diri sendiri merupakan modal yang baik untuk berjumpa dengan ‘yang lain’. ‘Siapa saya?’ Merupakan pertanyaan yang bisa menuntun untuk memahami identitas-identitas kita yang amat banyak itu.

Karenanya, menurut Socrates, orang bijak adalah orang yang tahu dirinya sendiri. Kenali diri sendiri! Setelah memahami diri sendiri, kita bisa menata identitas kita. Kapan satu identitas harus muncul ketika bertemu dengan identitas orang lain dan kapan suatu identitas disembunyikan. Selain mengenali identitas diri sendiri, kita juga harus mengenal identitas ‘orang lain’, hal ini berguna untuk mengelola konflik yang terjadi.Dalam hal ini saya mencoba mendefinisikan penyebab terjadinya konflik.

Konflik dapat berkembang karena berbagai sebab sebagai berikut:
1. Batasan yang tidak jelas
2. Hambatan komunikasi
3. Tekanan & Keterbatasan waktu
4. Standar, peraturan dan kebijakan yang tidak masuk akal
5. Pertikaian antar Pihak
6. Perbedaan status
7. Harapan yang tidak terwujud
8. Adanya Prasangka
9. Perbedaan Budaya
10. Perbedaan Keyakinan atau prinsip hidup
11. Ego diri atau Golongan
12. Apresiasi terhadap prestasi
13. Keberanekaragaman Karakteritas Masyarakat
14. Permasalahan di masa lalu yang tidak diselesaikan
13. Dll

Selain memang dampak negatif dari konflik, ternyata konflik bisa menimbulkan suatu dampak positif,apa sih dampak positif dari konflik,

* Konflik bisa jadi merupakan sumber energi dan kreativitas
* konflik dapat menggerakan suatu perubahan
* Membantu setiap orang untuk saling memahami tentang perbedaan pekerjaan dan tanggung jawab mereka.
* Memberikan saluran baru untuk komunikasi.
* Menumbuhkan semangat baru untuk saling memahami
* Memberikan kesempatan untuk menyalurkan emosi.
* Menghasilkan distribusi sumber tenaga yang lebih merata dalam organisasi.
* Dll

Beberapa Cara yang menurut saya dapat dilakukan dalam mengelola konflik yang ada;

1. Menghindar/Membiark an
Menghindari konflik dapat dilakukan jika isu atau masalah yang memicu konflik tidak terlalu penting atau jika potensi konfrontasinya tidak seimbang dengan akibat yang akan ditimbulkannya. Penghindaran merupakan strategi yang memungkinkan pihak-pihak yang berkonfrontasi untuk menenangkan diri.

2 Mengakomodasi
Memberi kesempatan pada orang lain untuk mengatur strategi pemecahan masalah, khususnya apabila isu tersebut penting bagi orang lain. Hal ini memungkinkan timbulnya kerjasama dengan memberi kesempatan pada mereka untuk membuat keputusan.pihak penengah yang menjadi bagian dalam konflik dapat mengakomodasikan pihak lain dengan menempatkan kebutuhan pihak lain di tempat yang pertama.

3. Kompetisi
Gunakan metode ini jika anda percaya bahwa anda memiliki lebih banyak informasi dan keahlian yang lebih dibanding yang lainnya atau ketika anda tidak ingin mengkompromikan nilai-nilai anda. Metode ini mungkin bisa memicu konflik tetapi bisa jadi merupakan metode yang penting untuk alasan-alasan keamanan.

4 Kompromi atau Negosiasi
Masing-masing memberikan dan menawarkan sesuatu pada waktu yang bersamaan, saling memberi dan menerima, serta meminimalkan kekurangan semua pihak yang dapat menguntungkan semua pihak.

5.Memecahkan Masalah atau Kolaborasi
Pemecahan sama-sama menang dimana individu yang terlibat mempunyai tujuan kerja yang sama.Perlu adanya satu komitmen dari semua pihak yang terlibat untuk saling mendukung dan saling memperhatikan satu sama lainnya.

6. Memecahkan masalah dengan pemaksaan / Menggunakan Kekuasaan
Ini adalah cara paling kuno untuk manajemen konflik. Ketika orang yang konflik tidak mau menyudahi konfliknya, Kita dapat menggunakankekuasaa n untuk menyudahi konflik itu. Walau terkadang pihak berkonflik tidak puas, namun mereka mau tidak mau mereka harus patuh kepada anda.

Tahap dalam pengelolaan Konflik adalah :
1. Pencegahan Konflik, bertujuan untuk mencegah timbulnya konflik yang keras.
2. Penyelesaian Konflik, bertujuan untuk mengakhiri perilaku kekerasan melalui persetujuan damai.
3. Pengelolaan Konflik, bertujuan untuk membatasi dan menghindari kekerasan dengan mendorong 4. perubahan perilaku positif bagi pihak-pihak yang terlibat.
5. Resolusi Konflik, menangani sebab-sebab konflik dan berusaha membangun hubungan baru dan yang bisa tahan lama diantara kelompok-kelompok yang bermusuhan.

Tahapan-tahapan diatas merupakan satu kesatuan yang harus dilakukan dalam mengelola konflik. Sehingga masing-masing tahap akan melibatkan tahap sebelumnya misalnya pengelolaan konflik akan mencakup pencegahan dan penyelesaian konflik.

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Kosong… Sebuah Kegagalan….

2 Komentar Add your own

  • 1. A'an 86  |  Agustus 5, 2008 pada 9:03 am

    relevansine karo blog yg lain, yg punya tag line i wish u die iku opo…

    Balas
  • 2. menkslek  |  Agustus 5, 2008 pada 9:28 am

    relevansine bisa dilihat dari beberapa tulisan yang mengedepankan bahwa dimanapun kita berada selalu ada konflict..untuk menhadapi dan memecahkan konflict maka kita harus kenali dulu apa yang melatarbelakangi konflict..dah ini coba mengurai dari tahapan dan pengelolaan konflict tersebut..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Halaman

 

Juli 2008
S S R K J S M
     
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Tulisan Terkini

Tulisan Teratas

  • Tidak ada

Kategori


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.